Suarapantura.com - Korlantas Polri bersama Satlantas Polres Pemalang mulai menguji penggunaan teknologi ETLE Drone untuk memantau pelanggaran kendaraan sumbu tiga atau lebih di jalur Pantura Pemalang, Kamis (21/5/2026).
Pengawasan berbasis udara tersebut diterapkan di jalur arteri Gandulan menuju arah Semarang serta kawasan traffic light Petarukan yang dikenal padat kendaraan angkutan barang.
Kasatlantas Polres Pemalang Fitriyanto mengatakan penggunaan drone ETLE dilakukan untuk memperkuat pengawasan di titik-titik yang sulit dijangkau kamera pengawas statis.
“Kami menggunakan ETLE Drone untuk menjangkau titik yang sulit dipantau kamera statis. Semua kendaraan sumbu 3 akan ter-capture otomatis dan terintegrasi ke sistem guna menjamin kelancaran arus,” ujar Kasatlantas.
Menurutnya, pengawasan kendaraan berat di jalur Pantura terus dilakukan secara rutin bersama Korlantas guna memastikan kepatuhan terhadap aturan operasional kendaraan sumbu tiga.
Hasil pemantauan pada pukul 09.00 WIB menunjukkan kondisi lalu lintas di sekitar Exit Tol Gandulan dan traffic light Petarukan masih terpantau lancar dari kedua arah.
Meski arus kendaraan terkendali, personel kepolisian di Pos Polisi Gandulan tetap disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan maupun pelanggaran lalu lintas.
Fitriyanto menambahkan, penerapan ETLE Drone menjadi bagian dari modernisasi pengawasan lalu lintas sekaligus upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan di jalur Pantura.
Ia menyebut, walaupun proyek perbaikan cor jalan Pantura telah selesai beberapa hari lalu, kepolisian tetap memperkuat pengawasan di kawasan tersebut.
“Data pelanggaran yang didapat dari drone langsung divalidasi melalui sistem ETLE Nasional. Kami mengimbau pengendara sumbu 3 dan para pengguna jalan lainya,untuk tetap disiplin berlalulintas," tutupnya.
Teknologi drone ETLE sendiri memungkinkan petugas memantau kendaraan secara real time dari udara dan merekam pelanggaran secara otomatis yang langsung terhubung dengan sistem penindakan elektronik nasional.