SuaraPantura.com- Ibadah sholat sunnah yang paling dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah qiyamul lail. Qiyamul lail merupakan rangkaian ibadah yang dikerjakan pada malam hari.
 
Qiyamul lail seringkali disalah artikan sebagai sholat tahajud. Padahal qiyamul lail berbeda dari sholat tahajud. 
 
Qiyamul lail terdiri dari beberapa ibadah, salah satunya sholat tahajud. Dengan demikian, sholat tahajud adalah bagian dari qiyamul lail.
 
Sebagaimana makna kata qiyamul lail sebagai ibadah malam hari. Waktu pelaksanaan ibadah qiyamul lail adalah hanya pada malam hari. Yaitu setelah masuk waktu isya’ hingga terbitnya fajar.
 
Terdapat tiga pembagian waktu dalam mengerjakan ibadah qiyamul lail. Baik pada waktu sepertiga malam pertama, paling utama pada sepertiga malam kedua, dan yang paling sempurna dikerjakan pada sepertiga malam terakhir.
 
Jika seorang muslim memanjatkan doa di pertengahan malam terakhir, doanya senantiasa akan didengar oleh Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi:
 
“Sesungguhnya pada malam hari itu ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim tepat pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan perkara dunia dan akhirat, melainkan Allah pasti memberikannya kepadanya. Dan waktu itu ada pada setiap malam.” (HR. Muslim, no. 757)
Baca Juga: Penderita Mata Minus Tidak Bisa Melahirkan Secara Normal, Mitos atau Fakta? 
 
Yang termasuk ke dalam qiyamul lail adalah sholat tahajud, sholat tarawih, dan sholat witir. qiyamul lail artinya mengerjakan ketiga salat tersebut setelah masuknya waktu isya’. 
 
Jumlah rakaat pada qiyamul lail paling sedikit 3 rakaat dan paling banyak 11 rakaat.
 
Berikut tata cara pengerjaan sholat qiyamul lail berdasarkan jumlah rakaatnya:
 
1. Sholat malam dengan jumlah sebanyak 11 rakaat hendaknya dikerjakan 2 rakaat, 2 rakaat lagi, dan witir 1 rakaat sebagai penutup ibadah.
 
2. Sholat malam dengan jumlah sebanyak 9 rakaat hendaknya dikerjakan 8 rakaat sekaligus. Setelah itu langsung disambung dengan duduk tasyahud awal dan berdiri rakaat ke-9, diakhiri dengan duduk tasyahud akhir dan salam.
 
3. Sholat malam dengan jumlah sebanyak 7 rakaat hendaknya dikerjakan 7 rakaat sekaligus tanpa tasyahud awal, cukup duduk tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam.
 
4. Sholat malam dengan jumlah sebanyak 5 rakaat hendaknya dikerjakan 5 rakaat sekaligus dan disambung dengan tasyahud akhir lalu salam.
 
5. Sholat malam dengan jumlah sebanyak 3 rakaat dikerjakan dengan 3 rakaat sekaligus atau dengan 2 rakaat salam lalu ditambah dengan salat 1 rakaat kembali serta diakhiri dengan salam. ***