Banyak ASN Pemkot Pasuruan Mengeluhkan Kewajiban Membeli Batik Motif Baru

- Kamis, 1 Desember 2022 | 10:28 WIB
Banyak ASN Pemkot Pasuruan Mengeluhkan Kewajiban Membeli Batik Motif Baru (Kegiatan launching motif batik baru Kota Pasuruan (dok))
Banyak ASN Pemkot Pasuruan Mengeluhkan Kewajiban Membeli Batik Motif Baru (Kegiatan launching motif batik baru Kota Pasuruan (dok))

SuaraPantura.com - Launching batik motif baru Kota Pasuruan dan imbauan untuk mengenakan batik tersebut ternyata juga disambut banyaknya keluhan dari internal Pemkot Pasuruan. Hal itu dikarenakan kepala perangkat daerah hingga lurah diwajibkan membeli kain batik tersebut.

Tak sampai di situ, kasak-kusuk di lingkungan Pemkot Pasuruan juga akan mewajibkan pegawai lainnya membeli kain batik tersebut karena di tahun 2023 belum tercantum anggaran pengadaan kain batik motif baru tersebut.

Sebelum launching batik motif baru di Gedung Harmonie, Selasa 29 November 2022, kemarin, para kepala perangkat daerah hingga lurah diwajibkan membeli kain batik yang dibandrol dengan harga Rp 350 ribu itu.

Baca Juga: Fenomena Ikan Naik Ke Darat di Kepulauan Seribu, Benarkah Pertanda Tsunami atau Gempa? Ini Kata BMKG

"Wajib beli dan belinya di PKK. Itu hanya kainnya kalau jahitnya sendiri," kata seorang kepala perangkat daerah yang namanya minta disamarkan.

Masalahnya, bukan pada kewajiban membeli tersebut, tetapi saat ini para ASN juga ada kewajiban mengenakan kebaya, baju koko, sarung hitam tiap Jumat di minggu pertama.

"Bukan masalah wajib belinya, tapi di saat bersamaan juga ada kewajiban pakai baju adat di Jumat pertama. Yang perempuan beli kebayanya sudah berapa, sepatunya, dan laki-laki beli sarung yang harus hitam," lanjut sumber tersebut.

Rm, seorang pegawai lainnya di lingkungan Pemkot Pasuruan juga menyebut pengadaan kain batik tersebut bukanlah harga asli dari perajin.

"Lebih murah di perajinnya yang asli seperti di Bugul itu ya," kata pegawai perempuan tersebut.

Halaman:

Editor: Andri Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X