Ini Jenis Senjata yang Digunakan Bharada E dan Bigadir J saat Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam Polri
Andri Susanto•
Nasional
SuaraPantura.com - Peristiwa baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J di kediaman Kadiv Propam Polri terjadi pada Jumat 8 Juli 2022.
Diketahui peristiwa tersebut bermula saat Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dimana isteri Ferdy Sambo berada di dalam kamar.
Ternyata Brigadir J bermaksud melakukan tindakan pelecehan, bahkan dikabarkan sempat menodongkan senjata apinya ke arah isteri Kadiv Propam Polri.
Saat itulah isteri Ferdy Sambo berteriak. Mendengar teriakan tersebut Bharada E yng berada di lantai atas turun untuk mengecek.
Saat masih di pertengahan tangga, Brigadir J keluar dari kamar. Saat Bharada E bertanya tentang teriakan tersebut, Brigadir J malah melepaskan tembakan ke arah Bharada E.
Akhirnya terjadi baku tembak yang kemudian menyebabkan tewasnya Brigadir J oleh Bharada E tujuh luka tembak dengan enam luka tembak tembus dan satu proyektil bersarang di dada.
Jenis Senjata dan Spesifikasi HS 9 adalah senjata jenis pistol yang digunakan oleh Brigadir J, sedangkan Bharada E menggunakan senjata jenis pistol Glock 17..
Bharada E merupakan anggota Brimob yang bertugas melakukan pengawalan. Brigadir J sendiri adalah anggota Bareskrim Polri bertugas sebagai sopir isteri Kadiv Propam Polri.
Spesifikasi Glock 17 Spesifikasi Glock 17, Senjata Milik Bharada E Saat Baku Tembak Dengan Brigadir J di Rumah Kadiv Propam — Wikipedia/Lundestudio.com Dilansir dari wikipedia, Glock 17 adalah pistol semi otomatis yang mempunyai julukan Safe Action Pistol oleh prosudennya pabrik senjata Glock GmbH yang berlokasi di Austria. Pistol Glock 17 ini adalah generasi pertama pistol Glock berbahan polymer ringan.
Mekanisme pengoperasian pistol Glock 17 adalah pistol semi otomatis rekoil pendek dengan menggunakan peluru kaliber 9 mm. Pistol ini menggunakan sistem cam-lock milik Browning yang dimodifikasi dari pistol berkekuatan tinggi.
Mekanisme penguncian senjata api ini memanfaatkan per barel, dengan sebuah pengunci loading peluru persegi panjang ke port ejeksi dalam slide. Selama tekanan rekoil mundur, laras yang ikut bergerak ke belakang awalnya terkunci bersamaan dengan slide sekitar 3 mm hingga peluru meninggalkan laras (ditembakan) dan tekanan ruang chamber kembali turun ke tingkat yang aman.
Peluru: 9×19mm Parabellum (Glock 17, 18, 19, 26, 34) Mekanisme: rekoil pendek Kecepatan peluru: 375 m/s (1.230 ft/s) Jarak efektif: 50 m (55 yd) Amunisi: Magazen kotak Alat bidik: Pisir depan tetap, pisir belakang memiliki Tritium-illuminasi untuk penglihatan malam
Spesifikasi HS 9, Senjata Brigadir J Saat Baku Tembak Dengan Bharada E di Rumah Kadiv Propam Ferdy Sambo — YouTube/Agusetiawan
Dilansir dari makalah-nkpn.com, HS 9 merupakan Pistol Semi Otomatis yang diproduksi oleh HS Produkt berasal dari kroasia.
Senjata HS-9 digunakan di jajaran Korps Brimob Polri untuk memperkuat persenjataan unit khusus mereka seperti unit CRT (crisis response team) lawan teror dan unit GAG (Gerilya anti Gerilya) dan penugasan Internasional Polri di PBB dalam misi Formed Police Unit (FPU) di Sudan.
Panjang barel: 102,5 mm (panjang laras opsional: laras 3” dan 5”)
Tinggi: 140 mm/4" & 5" 120 mm/3"
Senapan barel: 6 alur, 1 putaran dalam 250mm
Berat Tanpa Megazin: 705g (4”/ kal. 9x19mm), 760g (4”/ kal. .40 S&W), 750g ( 4”/ kal. .45ACP), 735g (4” / kal. .357 SIG), 667g( 3”kal.9x19mm), 750g (5”kal.9x19mm)
HS 9 memiliki beberapa fitur, di antara pegangan non-slip ramah pengguna beralur dengan sandaran jempol dan pelindung pemicu gaya tempur. Kemudian sistem rel untuk laser dan cahaya taktis.
Selain itu juga tetap efektif saat digunakan di bawah air hingga kedalaman 3 meter, serta berkerangka bahan polimer yang sangat ringan.***