Menjadi Pendukung UMKM, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Ikut Aktif Dalam Pelatihan Kerajinan Tangan

- Minggu, 20 November 2022 | 18:32 WIB
Menjadi Pendukung UMKM, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Ikut Aktif Dalam Pelatihan Kerajinan Tanngan (Nurul Azka)
Menjadi Pendukung UMKM, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Ikut Aktif Dalam Pelatihan Kerajinan Tanngan (Nurul Azka)

Penulis: Oleh Nurul Aska
Mahasiswa KKN Reguler 79 UIN Walisongo Semarang Posko 33

SuaraPantura.com - Menjadi pendukung UMKM lokal Desa Bonomerto, Mahasiswa KKN Reguler UIN Walisongo Semarang Posko 33 aktif dalam pelatihan kerajinan tali kur bersama ibu-ibu PKK Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang pada hari Selasa 25 Oktober 2022.

Program pelatihan ini dilaksanakan oleh ibu-ibu PKK Desa Bonomerto dengan mengundang pemilik usaha kerajinan tas dari tali kur yaitu ibu Sri untuk memberikan pelatihan kepada warga Desa Bonomerto dan tim KKN posko 33 dan posko 34. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung aula Balai Desa Bonomerto.

Kerajinan tangan yang berasal dari tali kur memiliki nilai jual yang tinggi, hanya saja dalam pembuatannya membutuhkan keterampilan khusus. pengerjaan kerajinan tali kur juga membutuhkan kesabaran dan keuletan karena harus dirajut satu persatu.

Baca Juga: Aksi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang: Pembuatan Taman dan Penanaman Tanaman Obat Di Dusun Karangdawung

Sehingga tidak semua orang bisa menekuni bisnis kerajinan tangan dari tali kur. Karena hal ini, PKK Desa Bonomerto mengadakan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari tali kur, dengan harapan dapat membantu perekonomian warga melalui pemberdayaan ibu rumah tangga Desa Bonomerto.

Dalam hal ini ibu Sri sebagai pemilik usaha kerajinan tali kur meyampaikan, pembuatan kerajinan dari tai kur bukanlah suatu hal yang mudah dibutuhkan keuletan dan kesabaran dalam merajutnya.

“Membuat kerajinan tangan bukanlah hal yang mudah, butuh kesabaran dan keuletan dalam proses pembuatannya. Seperti kerajinan tali kur ini harus telaten dalam merajutnya, membuat pola sebelumnya kemudian dirajut”. Terang ibu Sri pemilik usaha kerajinan tali kur.

Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode kelompok kerja, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang sudah disediakan tali kur yang kemudian dipraktikan ibu Sri sehingga peserta mengikuti langkah demi langkah pembuatan kerajin tas dan dompet menggunakan tali kur.

Halaman:

Editor: Andri Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X