Mahasiswa KKN Reguler UIN Walisongo Semarang Posko 33 Bantu Puskesmas Suruh Dalam Penyuluhan Penyakit Kusta

- Sabtu, 19 November 2022 | 15:28 WIB
Mahasiswa KKN Reguler UIN Walisongo Semarang Posko 33 Bantu Puskesmas Suruh Dalam Penyuluhan Penyakit Kusta (Novia Ilmia)
Mahasiswa KKN Reguler UIN Walisongo Semarang Posko 33 Bantu Puskesmas Suruh Dalam Penyuluhan Penyakit Kusta (Novia Ilmia)

Penulis Berita : Novi Ilmia
Mahasiswi UIN Walisongo Semarang

SuaraPantura.com - Melakukan pencegahan dan pengawasan penyakit Kusta di wilayah Bonomerto, para petugas kesehatan Puskesmas Suruh melakukan penyuluhan dan pemeriksaan penyakit di Balai Desa, Rabu 26 Oktober 2022.

Ibu Linggar selaku Bidan Puskesmas Suruh menjelaskan, Penyuluhan dan Pemeriksaan penyakit Kusta pada warga sekitar bertujuan untuk melakukan penjaringan atas penyakit menular ini, sebelum berkembang dan menularkan kepada orang lain.

Dijelaskan, bagi masyarakat yang berkontak langsung atau disekitar penderita Kusta, disarankan minum obat provilaksis sebulan sekali sebagai antibodi guna mencegah penyebaran kusta. Apabila ada warga yang menderita Kusta bisa langsung melapor ke Puskesmas terdekat, agar bisa segera ditindak lanjuti.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang: Mewujudkan Gerakan Go Green Guna Atasi Permasalahan Lingkung

“Pencegahan Kusta dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan badan, bagi penderita disarankan meminum obat secara teratur, sebab obat Kusta sudah digratiskan oleh pemerintah,” ujar ibu Linggar Selaku bidan Puskesmas Suruh, Senin (29/01).

Adapun Reaksi atau gejala penyakit Kusta sendiri ada dua jenis, yaitu reaksi ringan dan reaksi berat.

1. Reaksi ringan tipe satu: lesi kulit tambah aktif dan menebal, tidak ada nyeri syaraf dan gangguan fungsi.

2. Reaksi ringan tipe dua: nodul nyeri ketika ditekan, dan hilang dalam waktu 2-3 hari, demam ringan, tidak ada nyeri tekan saraf dan gangguan fungsi, tidak ada gangguan organ tubuh.

Halaman:

Editor: Andri Susanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X