SuaraPantura.com- Dewasa ini sering kita jumpai seseorang yang gemar berkomentar dengan nada negatif. Komentar negatif seringkali ditujukan pada perbedaan gaya hidup antar Ibu-ibu, baik secara langsung dalam kehidupan bertetangga maupun via sosial media.
Komentar bernada negatif yang seolah menghakimi seorang ibu dalam urusannya mengasuh anak, mengurus rumah, hingga mengenai bentuk fisik ibu tersebut masuk dalam kategori Mom Shaming.
Mom Shaming merupakan perilaku negatif yang dilakukan dengan cara mengkritik atau memberi komentar celaan kepada seorang ibu, yang membuatnya tertekan dan tidak nyaman.
Biasanya mom shaming dialami oleh ibu muda yang baru saja mempunyai anak.
Dengan dalih menanyakan perihal pola asuh, gaya hidup, bentuk fisik dan lain sebagainya. Bukan sebagai bentuk perhatian, melainkan sebagai ajang perbandingan dan perlombaan bagi ibu-ibu tersebut seolah menyimpulkan diri sebagai seorang ibu yang memiliki pola asuh terbaik diantara ibu lainnya.
Memberi komentar seolah menghakimi dan mencela sangat tidak patut dilakukan.
Mom Shaming bisa berdampak sangat fatal. Bagi korban yang biasanya merupakan seorang ibu baru, bisa mengalami rendah diri dan merasa tidak becus dalam mengurus anaknya.
Selain itu, ibu yang dilanda Mom Shaming bisa merasa sedih berkepanjangan, perasaan tertekan, selalu menangis, bahkan bisa berakhir dengan sindrom baby blues yang membahayakan diri dan anaknya.
Cara yang terbaik dalam menghadapi pelaku Mom Shaming adalah dengan tetap tenang tanpa berpikir berlebihan. Ucapkan lah terimakasih kepada pelaku, sebagai contoh "terimakasih yah atas kritikannya". Kemudian tanamkan dalam diri pemahaman bahwa setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam mengatur hidupnya dan setiap anak memiliki proses tumbuh dan berkembang masing-masing. Sehingga belum tentu akan cocok jika pola asuh orang lain diterapkan pada anak Anda. ***
